Menara air ini terletak di dalam Pasar Tanjung Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Salah satu jejak bangunan menjulang tinggi peninggalan masa kolonial yang memiliki arsitektur unik dan khas. Dibangun pada sekitar tahun 1930-an di tengah kota. Menara air didirikan di Pasar Tanjung karena merupakan pusat perdagangan dan pusat hiburan masyarakat Jember. Tidak hanya pasar, tetapi juga terdapat terminal lama disana. Dahulu, pasar ini belum memiliki nama. Mereka menyebutnya hanya dengan “Pasar Jember” dan ada pula yang menyebut sebagai Pasar Kawat karena dikelilingi oleh kawat-kawat. Ketika itu, yang dimaksud masyarakat sebagai Jember adalah Pasar Tanjung sampai dengan Jl. Raya Sultan Agung lewat jalan Diponegoro yang dahulu bernama Jalan Imam Syafi’i1. Terdapat menara air di dalam Pasar Tanjung ini yang dulunya bernama Watertoren te Djember. Dibangun oleh Provencial Water Leiding Bedrijd atau PDAM oleh pemerintah Belanda (Provencial Oost Java) di Surabaya. Tahun 1939 dijual kepada Regentschap te Djember dan 1940 berganti menjadi Regentchap Water Leiding Bedrijf te Djember. Menara air ini dibangun untuk memberikan pasokan air demi kepentingan masyarakat umum yang ditempatkan didekat pasar dan nantinya menjadi cikal bakal berdirinya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Jember. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jember merupakan perusahaan daerah Kabupaten Jember dengan kegiatan pokok melayani dan menyediakan air bersih kepada masyarakat melalui sistem perpipaan 2. Pemerintah saat itu juga membangun jembatan diatas Kali Djompo sebagai penghubung 4 arah di menara air yang terletak di sudut pasar yang ditujukan agar lalu lintas signifikan. Pembangunan jalan juga terus berlangsung dengan dibukanya Jalan Lens untuk menghubungkan transportasi kereta dan lalu lintas melalui kota untuk mengalihkan Jalan Birnie ke pasar.
Komentar
Posting Komentar