𝐖𝐈𝐒𝐀𝐓𝐀 𝐑𝐄𝐋𝐈𝐆𝐈 𝐊𝐀𝐁𝐔𝐏𝐀𝐓𝐄𝐍 𝐉𝐄𝐌𝐁𝐄𝐑
MASJID TERBESAR DI JEMBER BAK GEDUNG DPR
masjid jami' al baitul amien jember
Berkunjung ke Jember,tak lengkap rasanya tanpa
mengulas salah satu masjid tertua yang berada di Jember.Berlokasi di jantung
kota,tepat di seberang Komplek Gedung Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Jember
dan Alun-Alun Jember, berdiri sebuah masjid megah,namanya Masjid Jami’ Al
Baitul Amien Jember.
Nama Al Baitul Amien sendiri seperti yang
diungkapkan Muhammad Husein selaku ketua umum yayasan di kantornya beberapa
waktu lalu, memiliki arti Rumah Allah yang Aman.Masjid Jami' Al Baitul Amien
Jember terdiri dari dua bangunan masjid yang dipisahkan jalan protokol Jember –
Surabaya.Bangunan masjid lama dibangun sejak zaman kolonial Belanda dahulu di
sebelah selatan jalan raya. Belum jelas siapa yang membangun masjid ini dan
kapan mulai dibangun.
Namun, diketahui bahwa masjid ini pernah
mengalami renovasi pada 1939 silam.Bangunan masjid yang baru dibangun dan
diresmikan pada tanggal 3 Mei 1976 oleh Menteri Agama RI, Prof. KH. Mukti
Ali.Dalam desain bangunan masjid itu sendiri merupakan hasil jejak pendapat
yang dilakukan masyarakat dari 13 desain yang diajukan.Akhirnya, pilihan desain
jatuh pada karya Yaying K. Keser A.I.A, seorang arsitek tamatan California,
Amerika Serikat (AS).Dipilihnya bentuk bulat (segmen bola) yang menggambarkan
meluasnya kebutuhan seluruh umat manusia tanpa dibatasi dengan sudut-sudut
tertentu yang akhirnya diaplikasikan pada bentuk kubah masjid.
Kemudian jumlah kubah, yakni sebanyak tujuh
kubah ternyata menyimpan filosofinya sendiri.Angka tujuh merupakan simbol dari
kemantapan. Keunikan lainnya terlihat dari mihrab dan mimbarnya. Bangunan
mihrab akan terkait dengan mimbar, terdiri dari tiga buah lengkungan yang
melukiskan trilogi risalah Islam, yaitu iman, Islam, dan ihsan.Selain itu,dalam
lengkungan mihrab,Al Mukarom KH Achmad Shiddiq menfatwakan agar dituliskan ayat
Alquran Surat Thaha ayat 14, sedangkan pada mihrab kanan dan kirinya terpampang
lafaz Allah dan Muhammad, serta sekeliling kubah dituliskan surat An Nur
dimaksudkan agar sebagai petunjuk bagi jamaah masjid itu.
Sementara itu, pada bagian lantai sembayang
utama ditutup dengan marmer Carara yang didatangkan khusus dari Italia. Selain
itu, pada trap lingkar di halaman digunakan batu bata berongga dari keramik
sehingga tampak kokoh.
Komentar
Posting Komentar